Kasus Kekerasan yang Dilakukan Hotman Paris Menguap Begitu Saja, Ternyata Ini 9 Persyaratan yang Diminta Meriam Bellina Agar Sudi Berdamai

6 tahun menjalani asmara, ternyata kisah cinta pengacara Hotman Paris dan aktris kawakan Meriam Bellina tak seindah yang dibayangkan.

Jauh dari kata indah, Meriam Bellina justru pernah dibanting dan lehernya dicekik oleh Hotman Paris yang saat itu menjadi kekasihnya.

Akibatnya, Meriam Bellina sampai melaporkan Hotman Paris atas tuduhan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan ke Polda Metro Jaya, 28 Maret 2012 silam.

Saat itu, Meriam Bellina mengaku dibanting dan lehernya dicekik oleh Hotman Paris yang masih berstatus suami sah Agustianne Marbun.

Melansir Sosok.ID, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan Meriam mengaku dipukul dan ditampar berkali-kali di rumahnya yang berlokasi di Cimanggis, Depok.

Di dalam surat laporan yang diterima wartawan, aktris 56 tahun itu mengaku mendapat perlakuan kekerasan saat baru pulang ibadah dari gereja.

Sepulangnya dari gereja, Meriam menyebut Hotman sudah berada di kediaman sang aktris dan sempat melihat ponselnya.

Tiba-tiba Hotman marah dan membanting badan dan mencekik leher Mariam Bellina.

Tak sampai di situ, Meriam menyebut Hotman memukul dan menampar berulang kali hingga hidungnya retak, leher bagian kiri dan kanan, serta telinga bagian kanannya berdarah.

Namun menurut keterangan polisi, Meriam tak membawa serta barang bukti apapun, hingga akhirnya kasus tersebut kabur begitu saja.

Namun rupanya di balik kasus yang kabur, Meriam dan Hotman membuat 9 daftar persyaratan untuk berdamai.

Mengutip Sajian Sedap, kuasa hukum Meriam saat itu, Dwi Ria Latifa, membacakan persyaratan yang sudah disepakati oleh kliennya dan Hotman Paris.

Perjanjian dibuat Kamis 26 april 2012 antara Mer, sapaan Meriam, sebagai pihak pertama dan Hotman sebagai pihak kedua.

Sehubungan dengan laporan polisi ke Polda, atas kehendak pihak kedua untuk damai dan diterima, berikut 9 persyaratan yang dibuat:

1. Pihak kedua minta maaf atas sikapnya yang mengakibatkan pihak pertama merasa tidak nyaman dengan kedekatan antara pihak pertama dan kedua.

2. Pihak kedua mengakui selama menjalin hubungan dengan pihak pertama, pihak kedua tidak pernah sekalipun memberikan harta, baik berupa mobil Ferrari, rumah mewah, kapal pesiar, maupun harta benda lain, sebagaimana diberitakan media.

3. Pihak kedua mengakui bahwa tidak pernah terjadi pernikahan antara pihak pertama dan pihak kedua di Las Vegas (Amerika) sebagaimana diberitakan media.

4. Pihak kedua mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak pertama beserta anak-anak pihak pertama beserta keluarga besar pihak pertama atas ketidaknyamanan selama ini.

5. Pihak kedua mengakui bahwa pihak pertama adalah seorang wanita, ibu terhormat, mandiri, yang membanting tulang sendiri demi anak-anaknya.

6. Pihak kedua menerima keputusan pihak pertama untuk mengakhiri hubungan dan pihak kedua tidak meminta pihak pertama untuk melanjutkan hubungan.

7. Pihak kedua menegaskan perdamaian ini tercapai tanpa ada pemberian uang atau hadiah apapun.

8. Pihak kedua tidak lagi memberikan pernyataan dalam bentuk apapun menyangkut hubungan antara pihak pertama dan kedua.

9. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, maka pihak pertama menyatakan mencabut laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Dengan perdamaian tersebut, pihak pertama dan pihak kedua saling membebaskan satu sama lain, dan tidak akan melakukan gugatan pidana atau perdata di lain hari.

Close