Sempat Liburan ke Turki bareng Atta Halilintar, Ashanty Dikabarkan Terkena Omicron

Kementerian Kesehatan RI membenarkan kabar penyanyi Ashanty positif COVID-19. Namun, terkait viral dugaan terpapar varian Omicron, belum bisa dipastikan.

"Iya positif COVID-19," jawab Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom Jumat (7/1/2022).

Seperti diketahui, deteksi COVID-19 varian Omicron dilakukan khusus dengan tes PCR s gene target failure (SGTF). Namun, kepastian varian Omicron tetap harus dilakukan whole genome sequencing, meski kemungkinan besar terindikasi Omicron bisa dilihat dari SGTF.

"Sepertinya masih diperiksa (apakah terkait Omicron)," sambung dr Nadia.

"Belum dapat info lebih lanjut," sambungnya, saat ditanya apakah Ashanty dites positif COVID-29 dengan tes PCR SGTF.

Ashanty dan keluarga diketahui pergi liburan ke Turki sejak dua pekan lalu, juga dengan keluarga Atta Halilintar. Ia juga membagikan momen di media sosial, kebersamaan saat berlibur di Cappadocia.

Sementara, kasus Omicron di Indonesia hingga saat ini berjumlah 254 kasus. Ada kasus penularan lokal sebanyak 15, beberapa di antaranya tersebar di DKI Jakarta, Medan, Surabaya, hingga Bali.

Menurut dr Nadia, peningkatan kasus Omicron bisa dua kali lipat. Meski gejala yang ditemukan didominasi infeksi ringan, bukan berarti fasilitas kesehatan tidak akan terbebani. Pasalnya, jika kasus terus bertambah banyak, ruang isolasi atau perawatan semakin penuh dan berdampak pada fasilitas kesehatan.

Negara yang Dilarang Masuk ke Indonesia

Pemerintah kembali memperbarui daftar negara yang sementara ini dilarang memasuki area Indonesia guna mengantisipasi transmisi atau penularan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron.
Melalui Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada 4 Januari 2021, pemerintah mencatat terdapat Warga Negara Asing (WNA) dari 14 negara dilarang berkunjung ke Indonesia.

Rincian 14 negara atau wilayah tersebut sebagaimana berikut:
1. Afrika Selatan
2. Botswana
3. Norwegia
4. Prancis
5. Angola
6. Zambia
7. Zimbabwe
8. Malawi
9. Mozambique
10. Namibia
11. Eswatini
12. Lesotho
13. Inggris
14. Denmark

Pelarangan itu menyasar WNA asal negara yang dilarang, kemudian WNA yang baik secara langsung maupun transit di 14 negara yang dilarang, dan WNA yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari dari 14 negara atau wilayah tersebut.

Kendati demikian, Warga Negara Indonesia (WNI) dari 14 negara tersebut masih diberikan kesempatan memasuki Indonesia dengan syarat menunjukkan hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam, serta wajib melanjutkan karantina terpusat selama 10 hari.

Sementara bagi pelaku perjalanan selain 14 negara tersebut wajib melakukan karantina selama 7 x 24 jam.

"Surat edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 7 Januari 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian," kata Satgas.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia mencapai 254 kasus per Selasa (4/1).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan dari keseluruhan pasien terdapat dua gejala yang paling banyak ditemukan yaitu batuk dan pilek.

Turki dan Omicron

Pemerintah hingga saat ini belum mengambil tindakan khusus terkait dengan penerbangan dari dan ke Turki. Hal ini berkaitan dengan tren peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia yang kini mencapai 68 kasus. 

Dari total 68 kasus varian Omicron tersebut, sepertiga di antaranya atau yang paling banyak berasal dari pelaku perjalanan asal Turki. 

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan peninjauan ulang terkait dengan pelaku perjalanan luar negeri sekaligus perkembangan kasus Covid-19 di dunia. 

"Termasuk persebaran varian Omicron. Semua asal perjalanan luar negeri selalu direview tidak terbatas pada negara-negara tersebut," ujar Wiku. 

Ia menegaskan, kebijakan yang mewajibkan pelaku perjalanan untuk menunjukkan hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan yang berlalu 3 x 24 jam serta karantina sesuai dengan ketentuan negara kedatangan dapat mencegah penyebaran Covid-19 antar negara. 

"Semua ini harus dipatuhi dan dijalankan secara disiplin oleh seluruh masyarakat pelaku perjalanan luar negeri dan petugas lintas sektor yang bekerja pada titik kedatangan internasional," jelas Wiku. 

Adapun Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi telah meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri, terutama ke Turki dan Arab Saudi. 

Dia menjelaskan, sebanyak 21 kasus baru Covid-19 varian Omicron di Indonesia merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang terdiri dari 16 orang WNI dan 5 WNA. Mereka paling banyak tiba dari Arab Saudi dan Turki. 

"Adanya kasus Omicron Indonesia karena adanya perjalanan dari beberapa negara seperti Arab Saudi dan Turki, sehingga masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan berlibur ke sana,” kata Nadia dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.

Close